Puisi Cinta Sangpujangga
Rindu Menjerit
Hingar bingar menjelang malam
Gairah lembut wajah anggunmu
Tak bisa kutahan rasa rindu
Disini aku menyendiri merangkuh rautmu
Dunia Kelam menjelang malam
Terpanah, saat Adzan mengisi relung
Disana, separuh hatiku tertinggal
jarak dan waktu masih menjadi musuhku
Terhalang hamparan laut yang dingin
menyelimuti bongkahan hatiku
yang mulai beku
oleh rindu yang mendera jiwa
Terlalu kencang ombak laut merobek asa
Menghantam karang hati yang sedang pilu
Wahai pemilik separuh hatiku,
aku selalu ada untukmu sayangku.
Goresan cinta sang pujangga
By, A.ghost
Hari ini kutumpahkan semua gemuruh jiwaku
Yang tertuang dalam goresan pena tua
Kerinduanku membisikkan angan
Dalam hembusan sepiku
Ku torehkan sekeping arti cinta
dengan tinta berpeluh rindu
Adakah kau sepih
seperti aku sayangku..?
Kusadari..
aku hanya secuil nirah yang menyejukkan hatimu
Yang kemudian sirnah ditelan kehausan cinta
hilang dan tak akan kembali lagi…
Ku torehkan setitik cinta…
Pada relung hati yang dalam dan gelap
kemudian berlalu pergi,
dan Hilang tanpa bekas.
Permintaan Hati
By, A.ghost
Cinta jangan kau pergi
meninggalkan hati yang gulana
Cinta biarkan aku memelukmu dalam hangatku
berikan aku setetes embun penyegar hati
jangan kau tinggalkan goresa yang tak nampak
namun membekas dalam relung hati
jangan kau rajuk asa yang tak berujung
menimbulkan perih yang teramat dalam
Andaikan bisa, kuyakinka engkau sayangku
sahara Kanku jejaki, ku taklukkan fuji untukmu
kuselami antartika, kucuri tajmahal untukmu
demi sekilas senyum darimu
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- April 2010 (1)
- Januari 2010 (2)
- Agustus 2009 (1)
- Juli 2009 (18)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS



