Arulghost's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kabupaten Pinrang


Kabupaten Pinrang adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Lambang Pemerintahan

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.961,77 km² dan berpenduduk sebanyak ±300.000 jiwa.

Sejarah berdirinya Kabupaten Pinrang

Asal Muasal Pemberian nama pinrang ada beberapa fersi cerita yang berkembag di masyarakat Pinrang sendiri, Fersi yang pertama menyebut bahwa Pinrang berasal dari bahasa bugis yaitu kata “benrang” yang berarti “air genangan” bisa juga berarti “rawa-rawa”, hal ini disebabkan oleh karena pada awal pembukaan daerah Pinrang yang tepatnya saat ini di pusat kota kabupaten Pinrang, masih berupa daerah rendah yang sering tergenang dan berawa. fersi kedua menyebutkan bahwa hal ini disebabkan oleh karena suatu ketika Raja Sawitto yang bernama La Paleteang,bebas dari pengasingan dari kerajaan Gowa berkat bantuan To barani pole’ Kassadisambut gembira oleh rakyatnya, namun mereka terheran-heran karena wajah sang raja berubah dan mereka berkata “pinra bawangngi tappana puatta pole Gowa”yang artinya berubah saja mukanya Tuan Kita dari Gowa, maka setelah itu rakyat mulai menyebut daerah tersebut sebagai Pinrayang artinya berubah kemudian berubah penyebutan menjadi Pinrang.

Kabupaten Pinrang, cikal bakalnya berasal dari Onder Ofdeling Pinrang yang berada di bawah afdeling Pare-Pare. yang merupakan gabungan empat kerajaan yang kemudian menjadi self bestuur atau swapraja yaitu KASSA, BATULAPPA, SAWITTO, dan SUPPA yang sebelumnya adalah anggota konfederasi kerajaan Massenrengpulu(Kassa dan Batulappa) dan Ajatappareng (Suppa dan Sawitto), ini merupakan bagian dari adu domba Kolonial untuk memecah persatuan di Sulawesi Selatan.Pemilihan nama Pinrang sebagai nama wilayah dikarenakan daerah pinrang merupakan tempat berkumpulnya ke empat raja tadi dan sekaligus tempat berdirinya kantoor onder afdelingeen (kantor residen). Selanjutnya Onder afdeling Pinrang ini, pada zaman pendudukan Jepang menjadi Bunken Kanrikan Pinrang, kemudian pada zaman kemerdekaan pada akhirnya menjadi Kabupaten Pinrang.Kemudian menjadi Raja Terakhir pada keempat swapraja tadi yaitu:

* SUPPA (Andi Abdullah Bau Massepe)
* SAWITTO (Andi Zakiah yang dijalankan oleh suaminya yaitu Andi Makkulau Datu Botjo Sawitto)
* BATULAPPA (Andi Padinring Puang Tarokko/Puang Pesang yang sebelumnya menjabat sebagai Sulebatang/mangkubumi)
* KASSA (Andi Dirman Toro Puang Larung)

Kilas Sejarah Pinrang

Tersebutlah suatu peristiwa di Sawitto pada waktu pemerintahan La Paleteang Raja IV, Kerajaan Sawitto. Dimana pada waktu itu terjadi peperangan antara Sawitto dan Gowa, Perang ini terjadi karena Gowa sebagai kerajaan besar, berusaha untuk menguasai Sawitto yang kondisi dan potensinya menjanjikan setumpuk harapaan. Berbagai upaya yang telah digunakan Gowa untuk menguasai Sawitto melalui agresi dan terjadilah perang antar Sawitto dan Gowa sekitar Tahun 1540.

Prajurit – parjurit Sawitto dengan gigih mengadakan perlawanan abdi kerajaan mati – matian mempertahankan dan membela bumi ini berkesudahaan dengan kekalahan dipihak Sawitto sehingga raja La Paleteang dan isterinya dibawa ke Gowa sebagai tanda kemenangan Gowa atas Sawitto. Awan yang meliputi kesedihan rakyat atas kepergian sang raja yang arif dan bijaksana. Upaya yang dilakukan membebaskan sang raja bersama permaisuri kerajaan Sawitto. Akhirnya dalam suatu musyawarah kerajaan terpilih dua Tobarani, yaitu Tolengo dan To Kipa untuk mengemban tugas membebaskan sang raja beserta permaisurinya. Kemudian berangkatlah kedua bersaudara tersebut ke Gowa yang berhasil membawa pulang raja La Paleteang beserta permaisurnya. Kedatangan raja bersama permaisuri, disambut dengan luapan kegembiraan dan di elu – elukan sepanjang jalan menuju istana. dibalik kegembiraan itu, mereka terharu melihat kondisi sang raja yang mengalami banyak perubahan seraya mengatakaan ” PINRA KANA NI TAPPA NA DATUE POLE RI GOWA ” Yang artinya wajah raja menagalami perubahan sekembali dari Gowa. Kata-kata inilah senantiasa terlontar dari orang – oraang yang menyertai sang raja. Ketika raja beristrahat sejenak sebelum tiba di istana bertitahlah sang raja kepada pengantarnya untuk menyebut tempat tersebut dengan nama PINRA.

Sumber lain ini mengatakan pemukiman kota Pinrang yang dahulunya rawa-rawa yang selalu tergenang air membuat masyarakat senantiasa berpindah-pindah mencari wilayah pemukiman yang bebas genangan air, berpindah-pindah atau berubah-ubah pemukiman, dalam bahasa bugis disebut “PINRA – PINRA ONROANG” setelah masyarakat menemukan tempat pemukiman yang baik, maka diberinya tempat tersebut:PINRA-PINRA.Dari kedua sejarah yang berbeda itu lahirlah istilah yang sama yaitu ” PINRA ” kemudian kata itu dalam perkembangannya dipengaruhi oleh intonasi dan dialek bahasa bugis sehingga menjadi Pinrang yang sekarang ini diabadikan menjadi Kabupaten Pinrang.

Sebagaimana diketahui bahwa ketika jepang masuk di pinrang sekitar tahun 1943 sistem Pemerintahan warisan kolonial dengan struktur lengkap yang terdiri dari 4 (Empat) swapraja, masing – masing Swapraja Sawitto, Swapraja Batu Lappa, Swapraja Kassa dan Swapraja Suppa. Ketika Pinrang menjadi onder-afdeling di bawah afdeling Parepare Sementara afdeling Parepare adalah salah satu afdeling dari tujuh afdeling yang ada di propinsi Sulawesi.

Dengan ditetapkannya PP Nomor 34/1952 tentang perubahan daerah Sulawesi selatan,pembagian wilayahnya menjadi menjadi daerah swatantra. Pertimbangan diundangkannya PP tersebutadalah untuk memenuhi keinginan rakyat dan untuk memperbaiki susunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Daerah swantantra yang dibentuk adalah sama dengan wilayah afdeling yang ditetapkan dalam keputusan Gubernur Timur besar (GROTE GOSTE) tanggal 24 juni 1940 nomor 21, kemudian diubah oleh Keputusan Gubernur Sulawesi nomor 618/1951.Perubahan adalah kata afdeling dirubah menjadi daerah swatantra dan onder afdeling menjadi kewedaan. Dengan perubahan tersebut maka onder afdeling pinrang berubah menjadi kewedanaan pinrang yang membawahi empat swapraja dan distrik.dengan status demikian inilah pemerintahan senantiasa mengalami pasang surut ditengah-tengah pasang surutnya keadaan pemerintahan, upaya memperbaiki struktur dan penyelenggaraan pemerintahan di satu sisi,disamping memenuhi kebahagiaan dan keinginan rakyat. Maka pada tahun 1959 keluarlah satu undang-undang yang dikenal dengan undang-undang nomor 29/1959 yang berlaku pada tanggal 4 juli 1959 tentang pembentukan daerah-daerah TK.II di Sulawesi yang praktis. Membentuk Daerah Tingkat II Pinrang pula.namun hal ini belum dapat dijadikan sebagai patokan lahirnya Kabupaten Daerah TK.II Pinrang.Berhubung unsur Pemerintahannya yang merupakan organ atau bagian yang belum ada.

Setelah keluarnya surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: UP-7/3/5-392 tanggal 28 januari 1960 yang menunjuk H.A.MAKKOELAOE menjadi Kepala DaerahTK.II Pinrang. Karena pada saat itu unsur atau organ sebagai perangkat daerah otonomi telah terpenuhi. kemudian dikaji melalui suatu simposium yang dilakukan oleh kelompok pemuda khususnya KPMP Kabupaten Pinrang dan diteruskan kepada DPRD untuk dituangkan kedalam suatu PERDA tersendiri.

Pemimpin
Nama-Nama yang Pernah Menjadi Pemimpin (Kepala Daerah) Di kabupaten Pinrang diantaranya:

Bupati Pertama
H.A. MAKKOELAOE
19-2-1960 s/d 11-5-1964

Bupati Kedua
H.A. GAZALING
11-5-1964 s/d 15-7-1965

Bupati Ketiga
H.A. DEWANG
15-7-1965 s/d 24-12-1968

Bupati Keempat
Drs. H.M. DAUD NOMPO
24-12-1968 s/d 20-8-1969

Bupati Kelima
H.A. PATONANGI
20-8-1969 s/d 28-8-1980

Bupati Keenam
RAFIUDDIN HAMARUN, SH.
05-9-1980 s/d 05-8-1981

Bupati Ketujuh
Drs. NATSIR ISA
05-8-1981 s/d 21-12-1982

Bupati Kedelapan
H. MUSA GANI
21-12-1982 s/d 17-9-1986

Bupati Kesembilan
H.Z.B. PALAGUNA
23-9-1986 s/d 22-11-1986

Bupati Kesepuluh
U.S. ANWAR
22-11-1986 s/d 22-11-1991

Bupati Kesebelas
H.A. FIRDAUS AMIRULLAH
22-11-1991 s/d 1998

Bupati Keduabelas
Drs. H.A. MASNAWI A.S.
1998 s/d 1999

Bupati Ketigabelas
Drs. H.A. Nawir, MP
Masa Jabatan 2004-2009.

Bupati Ke empatbelas
H.A. Aslam Patonangi, SH. M.Si
Masa Jabatan 2009-2014

Suku yang mendiami Kabupaten Pinrang mayorita Suku Bugis, dan terdapat juga beberapa suku pendatang lainnya, yaitu suku jawa, makassar, mandar, toraja, dan banyak lagi suku-suku lainnya.

Mata Pencaharian
Umumnya masyarakat Pinrang bekerja sebagai petani sawah, tambak dan berkebun, sebahagian lagi sebagai
pedagang.

This slideshow requires JavaScript.

15 Juli 2009 - Posted by | sejarah daerah

1 Komentar »

  1. maju terus kota pinrang

    hindari KORUPSI

    Komentar oleh ibnu hajar | 4 September 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: