Arulghost's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tepi Trotoar Lampumerah

Tepi Trotoar Lampumerah
By. Arul Ghost


Kuraih lembaran kertas yang berserakan di meja kerjaku dan kuatur hingga rapi, saat itu jam yang melingkar di tanganku menunjukkan pukul 21:43 Wita, aduhh cuapek…, desahku…, setelah merapihkan semua berkas laporan di meja seraya bangkit dari duduk, kuraih jaket lusuh yang tergantung di sandaran kursi, kuayunkan langkah ke garasi dan menyambar helem butut yang berlogo SNI, kemudian beranjak pergi meninggalkan asap tipis yang keluar dari kenalpot motor, Beberapa menit berlalu, hawa dingin mulai menusuk pori-pori, angin yang menerpa wajah terasa dingin…, tiba di sebuah lampu merah diatasnya terdapat flyoper yang megah yang samar terlihat oleh pantulan cahaya lampu dari atasnya dan terdengar suara lalulalang kendaraan yang melintas, ku injak pedal rem motor yang kukendarai dan berhenti di samping mobil besar yang memuat container, sambil menunggu lampu hijau, kucoba untuk menerawang sekeliling dan tiba tiba serasa aliran darahku terhenti dadaku sesak.., bak puluhan kilo beban yang meng hantam saat mataku terbentur pada satu titik dimana sesosok anak kecil dengan telanjang dada, telanjang kaki sedang asik berbaring di tepi trotoar pinggiran jalan dan menanggapi cuek debu yang bercampur asap, serta bisingnya suara kendaraan tak dihiraukannya bagaikan berbaring diatas kasur busa yang empuk, kemudian dia bangun berjalan tertatih menghampiri pengendara yang sedang berhenti sambil menggenggam Koran yang sudah mulai usang oleh keringat yang bercampur debu…,ditawarkannya koran kepada setiap pengendara yang dilalui…tapi kadang hanya mendapat gelengan kepala,atau sekedar senyum getir,…huupppzz.. sunggu berat tanggungan hudupmu nak…!!!, lamunanku menerawang kembali ke masa lalu,disaat masih duduk di bangku sekolah dasar, saat membacakan teks undang-undang Dasar 1945 serta teks pancasila waktu upacara bendera, terbayang alinea terakhir UUD 1945 yang berbunyi “ serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “, yang juga merupakan teks terakhir dari dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila. Adilkah ini..??? batinku bertanya, kemudian lamunanku kembali mengingat sebuah buku yang sering kurangkul sampai tidur bila diberi PR oleh guru untuk di hafal buku tipis bersampul putih didalamnya terdapat rentetan pasal-pasal Negara Indonesia salah satunya pasal 34 yang berbunyi “ Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara “. Apaka itu benar…buseeettt…persetan dengan itu semua…!!!, batinku merontah,…,dimana janji mereka (pemerintah kita) yang dulu dikomandangkan saat kampanye pemilihan, disaat anak dibawah umur yang menanggung beban hidup yang begitu berat, ber gumul dengan panasnya terik, dan keringat bercampur debu jalanan, mereka asik tidul pulas diatas kasur busa yang empuk serta menggunakan fasilitas yang mewah…!!! Adilkah ini tuhannn???, tiba-tiba aku tersentak dan terjaga dari lamunanku saat dengungan bunyi klakson dari belakang…!!!, ternyata lampu merah sudah berganti hijau…., kumasukkan persenelan motorku dan tancap gas…sekilas kutolehkan kepalaku kearah belakang kulihat anak itu kembali berbaring di trotoar,,,dan lama kelamaan pandanganku terhalang oleh asap kendaraan…….!!!

15 April 2010 Posted by | Cerpen | , | 1 Komentar

Cerita Rakyat Bugis

Pitri Tadampalik

Pitri Tadampalik

Lamadukelleng

Lamadukelleng

Sawerigading

Sawerigading

La Upe

La Upe

Ilaureng

Ilaureng

si Penakluk Rajawali

si Penakluk Rajawali

Ambo Upe

Ambo Upe

16 Juli 2009 Posted by | Cerita Rakyat, sejarah daerah, sejarah pahlawan | , , , , , , | 2 Komentar

puisi cinta buat cintaku

Arti Cinta
By, A.ghost

A.ghost

A.ghost

Cinta…
Laksana air dalam telaga biru
Yang menghilangkan dahaga hati
Dan menyejukkan hati yang gerah
dari hembusan angin sahara

Cinta…
kesetiaan abadi jadi harapan
laksana pantai menanti ombak
walau berguling kesamudra lepas
tapi tak lupa untuk kembali
Baca lebih lanjut

16 Juli 2009 Posted by | Puisi | , , | Tinggalkan komentar

Puisi Cinta Sangpujangga

Rindu Menjerit

by, A.ghost

Hingar bingar menjelang malam
Gairah lembut wajah anggunmu
Tak bisa kutahan rasa rindu
Disini aku menyendiri merangkuh rautmu

Dunia Kelam menjelang malam
Terpanah, saat Adzan mengisi relung
Disana, separuh hatiku tertinggal
jarak dan waktu masih menjadi musuhku

Terhalang hamparan laut yang dingin
menyelimuti bongkahan hatiku
yang mulai beku
oleh rindu yang mendera jiwa

Terlalu kencang ombak laut merobek asa
Menghantam karang hati yang sedang pilu
Wahai pemilik separuh hatiku,
aku selalu ada untukmu sayangku.

Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | arulghost, Puisi | , , | Tinggalkan komentar

Aku bukan pujangga

Aku bukan pujangga,

Yang punya segudang stock kata cinta

Yang bersedia dampingmu menyeka air mata

Yang memandang mesra kala dirimu terjaga

Aku tak selalu punya cerita indah

Tuk selalu membuat harimu berwarna

Aku punya hitam dibalik selipan putih kisah

S’bab aku tak sempurna

Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | Puisi | Tinggalkan komentar

Puisi cinta

PUISI

Selalu Rasa Cinta

Setiap saat kututup mataku Wajahmu selalu terbayang

terbayang wajahmu setiap kali mimpiku

setiap saat kututup telingaku ingin ku melupakan

terdengar suaramu tapi ku tak mampu

Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | Puisi | , , | Tinggalkan komentar

Kabupaten Bantaeng

Sejarah Penetapan Hari Jadi Bantaeng

lambang pemerintahan kabupaten bantaeng

lambang pemerintahan kabupaten bantaeng


Hari kelahiran Bantaeng adalah merupakan momentum sejarah yang memiliki makna yang sangat dalam dan mendasar, oleh karena itu maka penentuan hari Jadi Bantaeng harus dilakukan sejarah arif dan bijaksanas serta mempertimbangkan berbagai hal dan dimensi, antara lain dengan mempergunakan berbagai pendekatan dan penelitian yang seksama, seperti seminar , diskusi-diskusi ilmiah dan observasi terhadap data lontara, penelitian situs sejarah dan melalui penelitian dokumen-dokumen yang ada.

Apabila dilihat dari segi yuridis formal, maka hari jadi Bantaeng jatuh pada tanggal 4 Juli 1959 disaat diundangkan Undang-Undang Nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi.
Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | sejarah daerah | Tinggalkan komentar

Kabupaten Bulukumba

Mitologi penamaan “Bulukumba”, konon bersumber dari dua kata dalam

lambang pemerintahan kabupaten bulukumba

lambang pemerintahan kabupaten bulukumba

bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa” yang dalam bahasa Indonesia berarti “masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya”. Mitos ini pertama kali muncul pada abad ke – 17 Masehi ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu kerajaan Gowa dan kerajaan Bone. Di pesisir pantai yang bernama “tanah kongkong”, disitulah utusan Raja Gowa dan Raja Bone bertemu, mereka berunding secara damai dan menetapkan batas wilayah pengaruh kerajaan masing-masing. “Bangkeng Buki”, yang merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompo Battang diklaim oleh pihak kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya mulai dari Kindang sampai ke wilayah bagian timur. Namun pihak kerajaan Bone berkeras mempertahankan Bangkeng Buki sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari barat sampai ke selatan. Berawal dari peristiwa tersebut kemudian tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis “Bulukumupa”, yang kemudian pada tingkatan dialeg tertentu mengalami perubahan proses bunyi menjadi “Bulukumba”.
Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | sejarah daerah | Tinggalkan komentar

Kabupaten Enrekang

Sejarah

kantor bupati enrekang

kantor bupati enrekang


Ditulis Oleh arsi
Thursday, 10 January 2008

SEJARAH TERBENTUKNYA KABUPATEN ENREKANG

PENDAHULUAN

Sejak abad XIV, daerah ini disebut MASSENREMPULU yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedang sebutan Enrekang dari ENDEG yang artinya NAIK DARI atau PANJAT dan dari sinilah asal mulanya sebutan ENDEKAN. Masih ada arti vrsi lain yang dalam pengertian umum sampai saat ini bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan telah dikenal dengan nama “ENREKANG” versi Bugis sehingga jika dikatakan bahwa Daerah Kabupaten Enrekang adalah daerah pegunungan, sudah mendekati kepastian sebab jelas bahwa Kabupaten Enrekang terdiri dari gunung-gunung dan bukit-bukit sambung menyambung mengambil ± 85 % dari seluruh luas wilayah yang luasnya ± 1.786.01 Km².
Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | sejarah daerah | 1 Komentar

Tanah Luwu

lambang pemerintahan kabupaten luwu

lambang pemerintahan kabupaten luwu

Sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda bermula. Sebelumnya Luwu telah menjadi sebuah kerajaan yang mewilayahi Tanah Toraja (Makale, Rantepao) Sulawesi Selatan, Kolaka (Sulawesi Tenggara) dan Poso (Sulawesi Tengah). Hal sejarah Luwu ini dikenal pula dengan nama tanah Luwu yang dihubungkan dengan nama La Galigo dan Sawerigading.

Baca lebih lanjut

15 Juli 2009 Posted by | sejarah daerah | Tinggalkan komentar